Bupati Kutim Coba Motor Listrik
SANGATTA -
Perkembangan motor listrik di Indonesia, nampaknya bukan hanya sekedar isapan
jempol belaka. Tidak saja motor yang dianggap sebagai kendaraan masa depan
tersebut kemudian keberadaanya disasar ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya,
namun juga mereka mengincar pasar hingga ke daerah termasuk Kutai Timur.
Mustari Landang
Distributor motor listrik ECGO 2 Wilayah Kalsul (Kalimantan-Sulawesi) bahkan
meminta Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang untuk mencoba motor
yang mampu melaju maksimal 60 Km/Jam dengan beban maksimal 150 Kg.
"Kami
berani meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk mencoba motor listrik ECGO
2, agar membuktikan bahwa inilah teknologi masa kini. Agar tidak dianggap
main-main perihal kemajuan teknologi di bidang transportasi, sehingga selain
ramah lingkungan motor ini merupakan solusi terkait makin berkurangnya cadangan
energi fosil di dunia," ungkapnya.
Dalam kesempatan
pertama, Wakil Bupati Kasmidi Bulang mencoba menggunakan motor listrik dengan
warna orange tersebut. Nampak Kasmidi begitu senang mencoba motor yang nyaris
tidak mengeluarkan suara aliasi tidak bising tersebut. "Luar biasa, motor
ini nyaman digunakan dan ringan tarikannya," jelas Wabup.
Selanjutnya
Bupati Ismunandar kemudian mulai mencobanya, sembari dipandu dari belakang oleh
dua ajudannya. Mengingat lama sekali Beliau tidak menggunakan motor sendirian.
Setelah mencoba, Bupati menunjukkan wajah senang setelah mengendarai motor listrik
tersebut berulang kali.
"Ini masih
promosi dari pihak distributor motor listrik, tentu harus dipelajari dulu
spesifikasi dan ketahanannya di jalan raya," ungkapnya sembari tersenyum.
Motor listrik
ECGO 2 memiliki lima varian warna, mulai dari orange, green tea, blue ocean,
snow white, hingga titanium grey. Untuk di Kalimatan Timur pemasarannya baru di
Sangatta dan Bontang, dengan produksi massal dilakukan pada Maret 2020
mendatang dan harga jual dikisaran angka Rp 9 juta.nd/poskotakaltimnews.com